Body Language

  1. Komunikasi yang (umumnya) tidak disadari.
  2. Menunjukkan internal reality seseorang, yang ‘keluar ’ mendahului bahasa verbal.
  3. Sangat berpengaruh dan perlu dioptimalkan sesuai tujuan komunikasi.

 

Jika berlawanan dengan bahasa verbal, akan mengurangi kekuatan komunikasi. Namun jika selaras dengan bahasa verbal, akan menambah kekuatan komunikasi.

 

Manfaat mempelajari body language

 

Mengamati body language lawan bicara, contoh:

  1. Mengerti apa yang tidak terkatakan, dan ada dipikiran lawan bicara.
  2. Mengenali tanda kebohongan, tanda kebosanan, dan lain-lain.

 

Memperbaiki body language kita sendiri, contoh:

  1. Membangun hubungan dengan lebih cepat.
  2. Memper kuat pengaruh komunikasi.
  3. Menghindari kesalahpahaman dan misinfor masi.
  4. dan lain-lain.

 

Tidak universal sepenuhnya

Tidak semua bangsa memiliki arti yang sama untuk sebuah bahasa

nonverbal tertentu.

1. Orang India mengangguk artinya tidak setuju, bergeleng artinya

setuju. Bangsa lain melakukan sebaliknya.

2. Tangan mengacung dengan jari telunjuk dan jempol membentuk

lingkaran, bagi orang Perancis artinya nol, bagi orang Yunani artinya penghinaan, bagi orang Amerika artinya bagus.

 

1. Personal Space/Jarak Berdiri Antara 2 orang

Menandakan:

Wilayah geografis yang dipersepsikan sebagai teritori pribadi.

Jarak yang menunjukkan jauh dekatnya suatu hubungan antar a 2 orang.

Manfaat:

Untuk memacu keakraban, dengan sengaja perdekat jarak secara gradual saat berkenalan atau melobby seseorang.

2. Senyum Menandakan:

Perasaan orang sedang senang hati, nyaman, setuju.

Manfaat:

Tersenyum lebih dahulu, untuk merangsang orang match dengan Anda. Gabungkan senyuman Anda dengan anggukan.

3. Ekspresi muka

Menandakan:

Kondisi pikiran seseorang.

Manfaat:

Berdampak sangat besar pada pembentukan persepsi.

Ada orang yang ekspresi mukanya selalu nampak mismacth (bawaan lahir) maupun habituasi ( controlled face, poker face, wall face).

4. Open Posture

Menandakan:

Seseorang merasa terbuka, percaya diri.

Manfaat:

Membuat orang lain merasa Anda yakini.

Hindari:

      Menyilangkan tangan.

      Memasukkan tangan ke dalam saku/di belakang.

      Memeluk barang secara defensif (tas wanita, dompet, dll)

5. Forward Lean (Tubuh condong ke depan ke arah lawan bicara)

Menandakan:

Lawan bicara tertarik pada pembicaraan kita.

Manfaat:

Membuat lawan bicara merasa nyaman, condongkan tubuh Anda, posisikan menghadap lawan bicara.

Bila posisi Anda di sampingnya, lakukan dengan agak miring.

6. Touch

Menandakan:

Orang merasa mulai akrab.

Manfaat:

Mempercepat keakraban, misalnya memberikan sentuhan berupa jabat tangan di awal pertemuan.

      Lakukan sentuhan sepanjang dilakukan dengan sopan dan memungkinkan.

      Sentuhan dianggap “netral” di punggung tangan. Lakukan sealami mungkin, tidak kelihatan nafsu atau menyengaja.

7. Eye Contact (soft and warm)

Menandakan:

Keterbukaan, apa adanya, terus terang.

Manfaat:

Meningkatkan keper cayaan lawan bicara pada kita dengan cara selalu bertatapan dengan mata lawan bicara secara hangat (senyum).

      Tatapan di daerah sekitar area mata dan hidung.

      Jangan main mata/piknik ke daerah erogen.

8. Anggukan kepala

Menandakan:

Persetujuan, afirmasi, akrab, suka (terkecuali orang India)

Manfaat:

Pada saat mendengar kan lawan bicara, anggukan kepala dengan halus dan sinkron. Saat terbaik adalah di setiap jeda kata lawan bicara, atau saat

kalimat mer eka memer lukan per setujuan.

Saat mengucapkan kali mat untuk mendapatkan per setujuan (ter masuk

kalimat perintah), maka anggukkan kepala Anda sendiri.

9. Meletakkan tangan seperti bertopang dagu/menelpon dengan kepala dan badan tegak

Menandakan:

Kondisi seseorang sedang menganalisa/menimbang pembicaraan orang lain.

Manfaat:

Hindari meletakkan tangan seperti itu saat mendengarkan lawan bicara.

10. Mengangkat satu kaki dan kedua tangan di belakang kepala

Menunjukkan:

Seseorang tengah merasa dominan, menantang, berkuasa.

Manfaat:

Hindari bersifat seperti ini.

11. Menggaruk belakang kepala/leher

Menandakan:

Kesan bohong/ragu.

Kesan lebih kuat jika muka dialihkan dari lawan bicara.

Manfaat:

Hindari melakukan seperti itu.

12. Menjulurkan tangan kepada lawan bicara dengan telapak tangan di atas

Menandakan:

Kesan jujur, terus terang.

Manfaat:

Saat mengatakan suatu fakta atau menanggapi tuduhan yang tidak benar,

lakukan hal ini dengan diser tai senyum datar .

13. Memukul tubuh sendiri (kepala, dahi atau paha)

Menandakan:

Sedang kelupaan atau menyalahkan diri sendiri.

Manfaat:

Jika lawan bicara melakukan itu, terima saja, jangan disalahkan lagi, gunakan sebagai face saving.

14. Tangan membentuk piramid

Menandakan:

Sikap percaya diri, punya pendapat yang diyakini.

Manfaat:

Lakukan saat diperlukan.

15. Menguasai Gerakan Tangan (menggambarkan sesuai dengan perkataan)

Menandakan:

Pembicara adalah orang yang berpikir secara visual.

Manfaat:

Untuk meningkatkan impresi kata-kata, gerakkanlah tangan mengikuti kata yang Anda jelaskan.

Akan lebih mudah diingat.

 

Pentingnya Intonasi (Aspek Vocal)

Intonasi

Untuk membuat pembicaraan jadi menarik.

Berbicara tanpa intonasi akan mengesankan bahwa pembicara sendiri tidak tertarik.

 

Intonasi punya manfaat penting lainnya berikut ini:

1. Nada

Untuk mendapatkan perhatian dengan cara nada diturunkan

Untuk menekankan kata penting dengan cara nada diturunkan

Contoh: Aspek berikut ini penting yakni adanya sistem perundangan yang berlaku di daerah (PERDA)

2. Tempo

Untuk menekankan suatu kata yang kita harapkan masuk ke bawah sadar.

Lakukan dengan tempo yang cukup p.e.l .a.n

Contoh: Jaman modern ini anak lebih banyak mengalami tantangan jadi

perlu sekali adanya u.p.a.y.a… p.e.r .l.i.n.d.u.n.g.a.n.

3. Timbre

Untuk membuat kata terkesan lebih mantap perberat tekanan kata.

Contoh: Jika riset sudah dilakukan, kita pasti aman.

Untuk membuat kata terkesan lebih enteng ringankan tekanan kata.

Contoh: Munculnya perbedaan adalah hal yang biasa.

4. Jeda

Untuk memancing munculnya rasa ingin tahu.

Untuk menimbulkan harapan (expectation).

Gunakan jeda tepat sebelum kata yang ingin dipicu r asa ingin tahu.

Contoh: “Hal terpenting dalam komunikasi adalah mempengaruhi………state of mind”.

 

Contoh:

Susi…, menggigit anjing mati

Susi menggigit…. , anjing mati

Susi menggigit anjing…, mati

Susi menggigit anjing! Mati?

Susi menggigit Anjing?… .. Mati!!!

Susi mengigit? Anjing!!! Mati …