Logo sebagai salah satu elemen dalam corporate identity menjadi penting. Dapat dikatakan bahwa logo adalah ujung tombak dari corporate identity. Maka sebuah logo haruslah tampil sebaik mungkin. Visualisasi logo yang baik menurut David E Carter mencakup beberapa pertimbangan antara lain :

  1. Original and Destinctive: memiliki nilai kekhasan, keunikan dan daya beda yang jelas.
  2. Legible: mempunyai tingkat keterbacaan yang cukup tinggi meskipun diaplikasikan dalam berbagai ukuran dan media yang berbeda-beda.
  3. Simple: sederhana dalam pengertian mudah ditangkap dan dimengerti dalam waktu yang relatif singkat.
  4. Memorable: cukup mudah untuk diingat, karena keunikannya, bahkan dalam kurun waktu yang relatif lama
  5. Easily assosiated with the company: logo yang baik akan mudah dihubungkan / diasosiasikan dengan jenis usaha dan citra suatu perusahaan.
  6. Easily adaptable for all graphic media: faktor kemudahan aplikasi logo, baik menyangkut bentuk, warna, maupun konfigurasi logo pada berbagai media grafis perlu diperhitungkan pada saat proses perancangannya agar tidak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya.

David E. Carter juga membuat klasifikasi bentuk logo:

  1. Product oriented mark: bentuk logo yang ada hubungannya dengan produk perusahaan.

The abstract: logo yang bentuknya tidak berhubungan dengan produk atau apapun (inisial, nama atau lainnya).

The name and design together: dalam logo ini nama perusahaan menjadi bagian dari logo.

The name alone: logo yang berupa jenis huruf khusus, tulisan tangan yang berbeda dengan jenis huruf lainnya.

Initials: memakai inisial (singkatan nama) sebagai bentuk logo.

The initial and design together: seperti pada jenis the name and design together namun berupa inisial.

 

Sumber:

David E. Carter, Designing Corporate Identity Programs for Small Corporation, Art Direstion Book Company, New York, 1985