Apa itu Desain Komunikasi Visual?

Meski dewasa ini istilah desain komunikasi visual sudah banyak dikenal luas, namun masih saja banyak yang awam terhadap istilah tersebut. Terlebih 10 atau 20 tahun silam ketika saya mulai mengambil kuliah ilmu tersebut. Pun juga hari ini, desain komunikasi visual masih terasa asing di telinga beberapa orang.

Orang banyak mengira bahwa desain komunikasi visual itu identik dengan iklan. Benar memang, namun tidak sepenuhnya betul. Iklan adalah hanya salah satu bidang yang dihasilkan oleh desain komunikasi visual. Saya punya pengalaman nyata mengenai persepsi orang terhadap bidang desain komunikasi visual ini. Ada orangtua calon mahasiswa yang menentang keras anaknya masuk ke program studi desain komunikasi visual ini. Apa pasal? Ternyata si orangtua tak rela anaknya kelak menjadi tukang bikin spanduk. “Pokoknya tidak! Anakku tak boleh jadi tukang spanduk atau bikin stempel di pinggir jalan!” begitu katanya. Ya, kita tak bisa salahkan si orangtua calon mahasiswa tersebut, karena bidang desain komunikasi visual ini perlu sedikit penjelasan yang agak panjang.

Jika kita melihat di sekeliling kita, sebenarnya tidak kita sadari bahwa kehidupan kita sehari-hari dilingkupi oleh produk-produk bidang desain komunikasi visual. Mulai dari kita bangun pagi hingga terlelap di peraduan, desain komunikasi visual mengiringi kita sepanjang hari hidup kita.

Desain komunikasi visual sendiri berasal dari tiga kata, desain (dari bahasa Inggris design yang diambil dari bahasa Latin designare) yang artinya merencanakan atau merancang. Dalam hal ini ada unsur untuk mengenali permasalahan, menetapkan tujuan dan menentukan pemecahan.

         Kemudian kata komunikasi yang berarti menyampaikan suatu pesan dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan) melalui suatu media dengan maksud tertentu. Komunikasi sendiri berasal dari bahasa Inggris communication yang diambil dari bahasa Latin communicatio yang artinya berbagi/membagi.

Sementara kata visual sendiri bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu mata. Berasal dari kata Latin videre yang artinya melihat yang kemudian dimasukkan ke dalam bahasa Inggris visual.

Jadi desain komunikasi visual bisa dikatakan sebagai seni menyampaikan pesan (arts of commmunication) dengan menggunakan bahasa rupa (visual language) yang disampaikan melalui media berupa desain. Dengan tujuan menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda, simbol, ilustrasi gambar/foto, tipografi/huruf dan sebagainya yang disusun berdasarkan khaidah bahasa visual yang khas. Isi pesan diungkapkan secara kreatif dan komunikatif serta  mengandung solusi untuk permasalahan yang hendak disampaikan (sosial maupun komersial ataupun berupa informasi, identifikasi maupun persuasi).

 

Sekilas Sejarah Istilah Desain Komunikasi Visual di Indonesia

         Istilah desain komunikasi visual yang baru populer belakangan ini, sebenarnya baru dikenal di Indonesia pada awal tahun 1980-an. Dimunculkan oleh Gert Dumbar (seorang desainer grafis Belanda) pada tahun 1977, karena menurutnya desain grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun juga mengurusi moving image, audio visual, display dan pameran. Sehingga istilah desain grafis tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka dimunculkan istilah desain komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini.

 

Apa Beda Desain Komunikasi Visual dan Desain Grafis?

         Banyak orang seringkali bingung dengan beberapa istilah yang hampir sama. Kita seringkali mendengar tentang istilah yang hampir mirip selain desain komunikasi visual, yaitu desain grafis dan seni grafis.

         Istilah desain komunikasi visual sendiri sudah dijelaskan di atas. Sedangkan desain grafis sendiri memang salah satu istilah yang paling sering disalahtukarkan dengan Desain komunikasi visual. Memang keduanya sangat berhubungan erat, namun sebenarnya ada perbedaan di antara keduanya.

Desain grafis – atau graphic design. Kata grafis menurut etimologi adalah berasal dari kata graphic (bahasa Inggris) yang berasal dari bahasa Latin graphē (yang diadopsi kata Yunani graphikos), yang berarti menulis, menggores atau menggambar di atas batu.

Desain sendiri merupakan proses pemikiran dan perasaan yang akan menciptakan sesuatu, dengan menggabungkan fakta, konstruksi, fungsi dan estetika untuk memenuhi kebutuhan manusia. Desain grafis adalah suatu konsep pemecahan masalah rupa, warna, bahan, teknik, biaya, guna dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan bentuk. Dalam desain grafis masalahnya mencakup berbagai bidang seperti teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol, huruf, fotografi dan proses cetak disertai pula dengan pengetahuan tentang bahan dan biaya.

Tujuan desain grafis selain menciptakan desain atau perencanaan fungsional estetis, namun juga yang informatif dan komunikatif dengan masyarakat. Dilengkapi pula dengan pemahaman mengenai psikologi massa dan teori-teori pemasaran, sehingga karya-karya desain grafis ini bisa merupakan alat promosi yang ampuh.

Orang yang berkarya di bidang desain grafis maka disebut sebagai desainer grafis (graphic designer), namun anehnya orang yang bekerja di bidang desain komunikasi visual, sangat jarang sekali disebut sebagai desainer komunikasi visual. Biasanya sebutan yang diberikan tetap saja desainer grafis.

Seni grafis – sedangkan seni grafis (dan ini paling sering disalahartikan sama sebagai desain grafis) adalah masuk ke dalam seni murni (fine arts). Sementara desain grafis masuk ke dalam kelompok seni terapan (applied arts). Ya, dalam khazanah seni, ada penggolongan seni menjadi seni murni dan seni terapan. Disebut sebagai seni murni adalah jika tujuan penciptaan seni adalah untuk semata-mata untuk kepuasan bathin dan ekspresi sang seniman semata. Sedangkan seni terapan adalah seni yang tujuan penciptaannya adalah untuk memenuhi suatu kebutuhan.

Seni grafis adalah sebuah cabang seni rupa murni yang mempergunakan teknik cetak untuk penciptaan karyanya, misalnya dengan: sablon/cetak saring, cap, cungkil kayu (wood carving), engraving, litografi, cetak digital, etsa, mezzotint, aquatint, drypoint.

 

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>1<!–[if supportFields]><![endif]–>. Contoh karya seni grafis.

“Tidurnya Pikiran Menciptakan Monster-monster”

etsa dan aquatint karya Francisco Goya

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>2<!–[if supportFields]><![endif]–> Contoh karya seni grafis.

Tiga Salib, etsa karya Rembrandt

                       

         Jika seniman lebih mementingkan ekspresi perasaan dalam dirinya, maka seorang desainer komunikasi visual adalah lebih sebagai penterjemah dalam komunikasi gagasan.

 

Disiplin Ilmu di Seputar Desain Komunikasi Visual

         Sebagai pengembangan dari desain grafis, maka di dalam desain komunikasi visual mayoritas terkandung unsur-unsur desain grafis. Dasar-dasar pengetahuan desain grafis dan seni rupa menjadi wajib dalam desain komunikasi visual. Kemudian karena berkenaan dengan masalah penyampaian pesan, maka pengetahuan mengenai komunikasi juga mendukung desain komunikasi visual.

         Output desain komunikasi visual yang paling banyak dikenal adalah iklan, maka di sini juga turut berperan ilmu komunikasi pemasaran. Mengirim pesan kepada manusia lain perlu pemahaman terhadap diri sasaran, maka ilmu psikologi juga mengambil bagian.

         Sebuah konsep pesan yang baik akan menjadi percuma jika tidak didukung dengan visualisasi yang baik. Selain diperlukan skill yang wahid untuk memvisualkan konsep tersebut, dukungan teknologi juga sangat terasa pengaruhnya di sini. Desain komunikasi visual sangat identik dengan perkembangan teknologi, utamanya teknologi informasi, maka penguasaan terhadap teknologi seperti ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.

         Desain komunikasi visual tidak hanya berkenaan dengan visual semata. Ada dukungan teks/naskah verbal untuk melancarkan penyampaian pesan. Maka penguasaan teks juga diperlukan dalam memberikan jiwa dan konsepsi verbal yang mendukung visual.

 

Apa yang Kita Pelajari dalam Desain Komunikasi Visual?

         Bahasa visual sebagai pokok penyampai pesan memiliki berbagai sarana dengan bentuk dan fungsinya masing-masing. Berikut berbagai bahasa rupa yang kita pelajari dalam desain komunikasi visual.

Tipografi – (typography) adalah pemilihan jenis huruf yang tepat. Tipografi menghasilkan dampak yang besar terhadap tampilan suatu rancangan komunikasi visual.

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>3<!–[if supportFields]><![endif]–>. Contoh pemakaian jenis huruf untuk keperluan corporate identity.

 

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>4<!–[if supportFields]><![endif]–>. Pemilihan huruf yang tepat sesuai makna kata.

 

         Elemen dan prinsip dasar desain – mempelajari dasar-dasar desain dan seni rupa sebagai cara untuk mengasah kepekaan terhadap estetika desain.

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>5<!–[if supportFields]><![endif]–>. Contoh prinsip pengorganisasian elemen rupa dalam suatu desain

 

         Ilustrasi – orang akan lebih tertarik pesan yang bergambar dibanding yang tidak. Pemakaian ilustrasi akan menambah daya tarik pesan visual kita.

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>6<!–[if supportFields]><![endif]–>. Ilustrasi membuat desain lebih menarik pandang (eye catching).

 

         Fotografi – salah satu teknik ilustrasi adalah dengan fotografi. Dengan fotografi obyek yang muncul nampak apa adanya. Mempelajari dan menguasai fotografi adalah menjadi bagian dari ketrampilan desain komunikasi visual.

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>7<!–[if supportFields]><![endif]–>. Pemakaian fotografi sebagai ilustrasi untuk keperluan iklan cetak.

 

         Drawing – adalah teknik ilustrasi selain fotografi yang dilakukan dengan cara manual alias hand drawing. Kelebihan teknik ini adalah pada kemampuan menampilkan ekspresi yang tidak bisa dimunculkan oleh teknik ilustrasi lain.

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>8<!–[if supportFields]><![endif]–>. Ilustrasi dengan hand drawing memiliki karakter tersendiri.

 

         Komputer grafis – merupakan salah satu alat bantu desain yang handal saat ini. Baik untuk keperluan pembuatan ilustrasi, pengolahan citra digital dan sebagainya.

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>9<!–[if supportFields]><![endif]–>. Hasil dari pengolahan citra digital dengan komputer grafis

 

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>10<!–[if supportFields]><![endif]–>. Citra 3 dimensi dengan komputer grafis

 

Produk-produk Desain Komunikasi Visual

         Lantas apa saja produk yang dihasilkan oleh desain komunikasi visual? Desain komunikasi visual dapat diaplikasikan ke dalam dunia periklanan dan komunikasi pemasaran beserta segala rupa medianya: iklan cetak, billboard, brosur, iklan televisi, ambient media, display, pameran dan sebagainya.

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>11<!–[if supportFields]><![endif]–>. Bilboard produk Adidas dengan live action show.

 

         Aplikasi di dunia desain grafis: logo, corporate identity, packaging, signage, environmental graphic, komik, kartun, tipografi, visual identity, ilustrasi, fotografi dan sebagainya.

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>12<!–[if supportFields]><![endif]–>. Logo, sebagai salah satu produk desain komunikasi visual.

 

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>13<!–[if supportFields]><![endif]–>. Desain kemasan (packaging) yang baik selain melindungi

barang yang dikemas juga mampu meningkatkan nilai barang.

 

         Dunia audio visual dan moving image-pun sekarang juga dirambah oleh desain komunikasi visual. Seperti: opening tune, animasi (2 dimensi maupun 3 dimensi), interaction design, multimedia, web design dan sebagainya. Perkembangan desain komunikasi visual saya kira tidak akan berhenti hingga seperti sekarang ini saja.

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>14<!–[if supportFields]><![endif]–>. Web design interface

Desain Komunikasi Visual dan Teknologi Informasi

         Perkembangan desain komunikasi visual seiring dengan perkembangan teknologi. Baik itu teknologi cetak mencetak, teknologi reproduksi, teknologi dokumentasi dan teknologi informasi.

         Sebaliknya, perkembangan pada teknologi-teknologi tersebut sangat mempengaruhi perkembangan desain komunikasi visual terutama dari segi gaya desain, media yang dipakai dan kreativitas.

           Created with The GIMP

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>15<!–[if supportFields]><![endif]–>. (Kiri) Movable metal type dari Johann Gutenberg. (Kanan) Apple IIc (1984)

 

         Ketika teknik cetak dengan movable type diketemukan oleh Johann Gutenberg pada sekitar tahun 1439, maka mulai saat itu perkembangan desain grafis mulai maju pesat. Demikian juga dengan adanya Revolusi Industri pada tahun 1820, di mana teknologi mulai berkembang pesat. Setiap tahap perkembangan jaman dan perkembangan teknologi berpengaruh terhadap perkembangan desain.

Hingga pada tahun 1980-an, Apple Computer mengeluarkan komputer dan software MacWrite dan MacPaint sebagai awal dari komputer grafis. Hanya terpaut 20 tahun kemudian, kita menyaksikan perkembangan teknologi yang luar biasa dan tentu saja diikuti oleh perkembangan dunia desain komunikasi visual. Dengan perkembangan terkini berupa internet, maka desain komunikasi visual seolah memperoleh tenaga muda yang luar biasa bagi perkembangannya.

      

Gb. <!–[if supportFields]> SEQ Gb. \* ARABIC <![endif]–>17<!–[if supportFields]><![endif]–>. (Kiri) Iklan Coca-Cola tahun 60-an, visual yang khas dengan teknik hand drawing. Ilustrasi khas Amerika. (Kanan) Iklan Coca-Cola tahun 2000-an, sudah memakai teknik 3D, dan bergaya animasi Jepang.

 

Maka sekali lagi bahwa perkembangan teknologi informasi sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan dunia desain komunikasi visual, terutama pada gaya desain, teknik, ragam media dan kreativitas.

Salam!

 

 

 

Referensi:

Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2001

 

Carter, David E., Designing Corporate Identity Programs for Small Corporation, Art Direction Book Company, New York, 1985

 

Sihombing, Danton, Tipografi dalam Desain Grafis, Gramedia, Jakarta, 2001

http://www.desaingrafisindonesia.com

http://www.nhsdesign.com

 

 

 

 

__________________

P. Gogor Bangsa, S.Sn., M.Sn.

e-mail : gogorbangsa@yahoo.com

blog   : gogorbangsa.wordpress.com


Disampaikan pada Kuliah Umum Perdana Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Satya Wacana Salatiga – 8 September 2008.

 

Dosen tetap di Program Studi Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta, juga mengajar mata kuliah Komunikasi Visual di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mengajar di Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa Universitas Kristen Petra Surabaya.

AD. Pirous (makalah), Desain Grafis pada Kemasan, April 1989.